Showing posts with label Wanita Syurga. Show all posts
Showing posts with label Wanita Syurga. Show all posts

01 October 2013

Ciri-ciri WANITA dalam al-Quran

Mari kita kenali wanita-wanita yang disebut dalam Al-Qur’an,

Pertama, Kategori pejuang. Wanita Kategori pejuang memiliki keperibadian kuat. Ia berani menanggung risiko apa pun saat keimanannya diusik dan kehormatannya dilecehkan. Jenis ini diwakili oleh :

1-  Siti Asiyah binti Mazahim, isteri Fir’aun. Walau berada dalam cengkaman Fir’aun, Asiyah mampu menjaga aqidah dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah. Asiyah lebih memilih istana di syurga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun.

Allah SWT mengabadikan do’anya, “Dan Allah menjadikan perempuan Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdo’a : Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim.” (QS. At-Tahriim: 11).

2-  Maryam binti Imran Kedua, kategori wanita solehah yang menjaga kesucian dirinya. Kategori ini diwakili Maryam binti Imran. Hari-harinya ia isi dengan ketaatan kepada Allah. Ia pun sangat konsisten menjaga kesucian dirinya.

“Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” demikian ungkap Maryam (QS. Maryam: 20).

Kerana keutamaan inilah, Allah SWT mengabadikan namanya sebagai nama salah satu surat dalam Al-Qur’an (QS. Maryam [19]). Maryam pun diamanahi untuk mengasuh dan membesarkan Kekasih Allah, Isa putra Maryam (QS. Maryam [19] : 16-34). Allah SWT memuliakan Maryam bukan kerana kecantikannya, namun kerana kesolehan dan kesuciannya.

3-   Hindun Ketiga, kategori penghasut, tukang fitnah, dan biang gosip. Kategori ini diwakili Hindun, istrinya Abu Lahab. Al-Qur’an menjulukinya sebagai “pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah. Dalam istilah sekarang, wanita penyiram bensin.

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. demikian pula isterinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al-Lahab: 1-5). Bersama suaminya, Hindun bahu membahu menentang dakwah Rasulullah SAW, menyebar fitnah, dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan Hindun.

4-   Zulaikha Keempat, kategori wanita penggoda. Tips ini digunakan Zulaikha saat menggoda Nabi Yusuf. Petualangan Zulaikha diungkapkan dalam Al-Qur’an,

“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, “Marilah ke sini.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23).

5-   Isteri Nabi Nuh a.s dan Nabi Luth Kelima, kategori wanita pengkhianat dan ingkar terhadap suaminya. Allah SWT memuji wanita yang tidak taat kepada suaminya yang zalim, seperti dilakukan perempuan Fir’aun (QS. At-Tahriim: 11). Namun, pada saat bersamaan Allah pun mengecam perempuan yang bekhianat kepada suaminya (yang soleh). Isterinya Nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili tips ini. Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat dakwah.

Difirmankan, “Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang soleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (QS. At-Tahriim: 10).

Wanita-wanita yang dikisahkan Al-Qur’an ini hidup ribuan tahun lalu. Namun karakteristik dan sifatnya tetap abadi sampai sekarang. Ada tips pejuang yang kokoh keimanannya, ada wanita selehah yang tangguh dalam ibadah dan konsisten menjaga kesucian diri, ada pula tips penghasut, penggoda, dan pengkhianat.

Terserah kita mau pilih yang mana. Bila memilih tips pertama dan kedua, maka kemuliaan dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan. Sedangkan bila memilih tiga tips terakhir, kehinaan di dunia dan kesengsaraan akhiratlah akan kita rasakan.

“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. An-Nuur: 34).

Wallaahu a’lam.

Sumber: 1001 SIRAH NABI MUHAMMAD SAW

03 June 2013

Fatimah az-zaha rrha dan Ayahnya

Gambar Hiasan
Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anakandanya Fatimah az-zaha rrha. Didapatinya anakandanya sedang menggiling syair (sejenis bijirin) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anakandanya, "apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis".

Fathimah rha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan anakanda menangis". Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anakandanya. Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta Ali (suaminya) mencarikan anakanda seorang jariah untuk menolong anakanda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah".

Mendengar perkataan anakandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anakandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun nescaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (ertinya)

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak menderhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".

Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az- zahra di dalam syurga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah SAW bersabda kepada anakandanya, "jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, nescaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa darjat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu darjat.

Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku doakan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahawa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?.

Ya Fathimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Allah SWT akan mengurniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikurniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), teruskanlah amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang". Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Allah SWT akan meringankan sakaratulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".

03 May 2013

Mangkuk Yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar r.a., Umar r.a., Uthman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. isterinya Sayidatina Fathimah r.ha. puteri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).

Abu bakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".

Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

'Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang berpurdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah di lihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufik untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Allah SWT berfirman, " Syurga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat syurga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju syurga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

31 January 2013

Wanita Mulia Penghuni Syurga - Khadijah binti Khuwalid

"WANITA penghuni syurga yang paling mulia ada 4 orang, iaitu Khadijah binti Khuwalid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah isteri Firaun," sabda Rasulullah s.a.w. sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.

Terdapat ramai wanita utama di dunia ini, tetapi mengapa Allah memilih empat peribadi ini? Apa keistimewaan mereka? Ternyata mereka mewakili keempat ciri keperibadian seorang wanita yang wajar mendapat penghargaan, malah oleh masyarakat moden seumpama hari ini.

Tentang keutamaan Khadijah di sisi Allah, sememangnya tidak perlu diragukan lagi. Beliau adalah manusia pertama yang mengakui kenabian Muhammad s.a.w. Ia merelakan seluruh hartanya yang berlimpah ruah digunakan untuk menegakkan syiar Islam. Ia juga membaktikan jiwa dan raganya, sehingga Allah mentakdirkan ia meninggal di tanpa sempat menikmati sinar-sinar kejayaan Islam. Dari celah-celah kisah hidupnya yang amat mulia itu, kita akan menjumpai satu keperibadian yang jarang dimiliki oleh kaum wanita.

1. Tokoh Masyarakat


Ia disunting pertama kalinya oleh 'Atiq bin 'Abid. Apabila suami meninggal dunia, ia kemudian menikah dengan Abu Halah. Tetapi sekali lagi terpaksa menjanda apabila suaminya ini juga meninggal. Setelah itu ramai tokoh masyarakat Quraisy yang datang melamar, namun semua ditolaknya secara halus. Kedudukannya di tengah masyarakat Quraisy sememangnya amat dihormati. Ini bukan disebabkan oleh keturunan atau harta, melainkan kerana keperibadian dan budi pekertinya yang luhur. Ia bahkan dikenali dengan panggilan "at-Thahirah", yang bermaksud Wanita Suci.

2. Gigih Bekerja


Masyarakat mengenali Khadijah sebagai usahawan yang berjaya. Selain memiliki hamba laki-laki dan perempuan, Khadijah juga mempunyai ramai pekerja yang bertugas untuk menjualkan barang-barang dagangannya ke luar negara. Apakah kejayaan itu ia peroleh dengan cara mudah? Tentu sahaja tidak. Sebagaimana peniaga lain yang terpaksa melakukan perjalanan jauh mencari barang-barang yang bermutu untuk diperniagakan, maka Khadijah juga melakukan hal yang serupa. Selain cekap menghidu peluang, peniaga juga perlu pandai menjalin kerjasama dengan kakitangan mahupun pelanggan.

3. Berani dan mempunyai keyakinan diri


Sebagai isteri, Khadijah memberikan sokongan penuh kepada Muhammad untuk menempuh jalan kebenaran, sekalipun terpaksa melawan arus dan adat resam. Tindakan suaminya untuk menyendiri ke gua Hira' misalnya, termasuk tindakan sangat aneh dan boleh dianggap tidak mendatangkan manfaat dari segi nilai ekonomi. Apa rasionalnya seseorang meninggalkan kehidupan yang tenteram bersama anak isteri dengan harta yang berlimpah, kemudian mengasingkan diri di sebuah gua di puncak bukit di tengah padang pasir yang tidak berpenghuni selama berhari-hari. Tetapi tanpa berasa khuatir tentang ejekan orang lain, Khadijah dengan setia menguruskan keperluan suaminya selama berkhalwat di gua Hira'. Jika bekalan habis, Khadijah akan menghantarkan tambahannya, dan ia terpaksa mendaki bukit yang terjal yang miringnya hampir 45 darjat. Malah ada kalanya Khadijah menemani suaminya dengan mendirikan khemah tidak jauh dari gua tersebut. Khadijah melakukan semuanya itu hanya dengan satu tujuan; mencari kebenaran yang secara logiknya mustahil dijumpai tengah-tengah bangsa mereka yang jahiliah itu. Satu hasrat yang tak mudah difahami orang lain, namun Khadijah berani menghadapinya!

4. Tempat Mengadu


Usia dan pengalaman hidup menjadi pendorong sikap penyantun dan watak keibuan dalam dirinya. Ketika menikah dengan Muhammad ia usianya 15 tahun lebih tua, dan telah menikah dua kali serta mempunyai anak. Secara psikologi, keperibadiannya yang keibuan dan penyantun itu memancarkan sifat keibuan yang tidak diperoleh secara sempurna oleh Muhammad selama hidupnya. Secara fizikal dan psikologi Khadijah memang memiliki banyak kelebihan. Keadaan ini terpancar semasa Muhammad mengalami kejutan kerana datangnya wahyu. Khadijah justeru bertindak sebagai penyelamat yang menguatkan semangat Rasulullah. Bagaimanapun sebagai isteri solehah, ia tetap bersikap taat pada keputusan-keputusan suaminya dalam urusan rumah tangga mereka.

Keperibadian Khadijah adalah keperibadian yang sewajarnya ada pada setiap kaum Muslimah yang akan membawa pemiliknya menuju syurga, sekiranya dimanfaatkan dengan baik. Dunia Islam hari ini memerlukan watak-watak seumpama ini bagi membolehkan muslimah yang aktif dan dinamik mewarnai masyarakat Islam hari ini.

"Kesabaran adalah tunjang kekuatan dan kebahagiaan di dunia mahupun akhirat...."

Artikel ini diambil dari koleksi artikel myMasjid :
http://wwwmymasjid.com.my/article/show.asp?id=1978