Showing posts with label Valentine. Show all posts
Showing posts with label Valentine. Show all posts

14 February 2014

SEJARAH VALENTINE DAY, MAKSIAT BERBUNGKUS KASIH SAYANG

Ritual Upacara Lupercalia, cikal bakal Valentine Day
Oleh : Hj. Irena Handono

Meski nasihat-nasihat, imbauan-imbauan para ulama, ustadz-ustadzah tentang Valentine selalu didengungkan tiap bulan Pebruari, tapi ternyata masih banyak orang tua para remaja yang masih berpemahaman salah tentang Valentine’s Day. Valentine hanya dianggap sebagai budaya remaja modern saja. Padahal ada bahaya besar di balik Valentine yang siap menerkam para remaja. Ini yang tidak disadari para orang tua.

Tiap bulan Februari remaja yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau banyak ustad-ustazah memperingatkan nilai-nilai akidah Kristen yang dikandung dalam peringatan tersebut, namun hal itu tidak terlalu dipusingkan mereka. "Aku ngerayain Valentine kan buat fun-fun aja...." begitu kata mereka.

Tanggal 14 Pebruari dikatakan sebagai ‘Hari Kasih Sayang’. Apa benar? Mari kita tilik sejarahnya.

Siapakah Valentine?

Tidak ada kejelasan, siapakah sesungguhnya yang bernama Valentine. Beragam kisah dan semuanya hanyalah dongeng tentang sosok Valentine ini. Tetapi setidaknya ada tiga dongeng yang umum tentang siapa Valentine.

Pertama, St Valentine adalah seorang pemuda bernama Valentino yang kematiannya pada 14 Pebruari 269 M karena eksekusi oleh Raja Romawi, Claudius II (265-270). Eksekusi yang didapatnya ini karena perbuatannya yang menentang ketetapan raja, memimpin gerakan yang menolak wajib militer dan menikahkan pasangan muda-mudi, yang hal tersebut justru dilarang. Karena pada saat itu aturan yang ditetapkan adalah boleh menikah jika sudah mengikuti wajib militer.

Kedua, Valentine seorang pastor di Roma yang berani menentang Raja Claudius II dengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menolak menyembah dewa-dewa Romawi. Ia kemudian meninggal karena dibunuh dan oleh gereja dianggap sebagai orang suci.

Ketiga, seorang yang meninggal dan dianggap sebagai martir, terjadi di Afrika di sebuah provinsi Romawi. Meninggal pada pertengahan abad ke-3 Masehi. Dia juga bernama Valentine.

Ucapan ”Be My Valentine”

Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta’ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!

Tradisi penyembah berhala

Sebelum masa kekristenan, masyarakat Yunani dan Romawi beragama pagan yakni menyembah banyak Tuhan atau Paganis-polytheisme. Mereka memiliki perayaan/pesta yang dilakukan pada pertengahan bulan Pebruari yang sudah menjadi tradisi budaya mereka. Dan gereja menyebut mereka sebagai kaum kafir.

Di zaman Athena Kuno, tersebut disebut sebagai bulan GAMELION. Yakni masa menikahnya ZEUS dan HERA. Sedangkan di zaman Romawi Kuno, disebut hari raya LUPERCALIA sebagai peringatan terhadap Dewa LUPERCUS, dewa kesuburan yang digambarkan setengah telanjang dengan pakaian dari kulit domba.

Perayaan ini berlangsung dari 13 hingga 18 Pebruari, yang berpuncak pada tanggal 15. Dua hari pertama (13-14 Februari) dipersembahkan untuk Dewi Cinta (Queen of Feverish Love) Juno Februata. Di masa ini ada kebiasaan yang digandrungi yang disebut sebagai Love Lottery/Lotre pasangan, di mana para wanita muda memasukkan nama mereka dalam sebuah bejana kemudian para pria mengambil satu nama dalam bejana tersebut yang kemudian menjadi kekasihnya selama festival berlangsung. Seiring dengan invasi tentara Roma, tradisi ini menyebar dengan cepat ke hampir seluruh Eropa.

Hal ini menjadi penyebab sulitnya penyebaran agama Kristen yang saat itu tergolong sebagai agama baru di Eropa. Sehingga untuk menarik jemaat masuk ke Gereja maka diadopsilah perayaan kafir pagan ini dengan memberi kemasan kekristenan. Maka Paus Gelasius I pada tahun 469 M mengubah upacara Roma Kuno Lupercalia ini menjadi Saint Valentine's Day.

Ini adalah upaya Gelasius menyebarkan agama kristen melalui budaya setempat. Menggantikan posisi dewa-dewa pagan dan mengambil St Valentine sebagai sosok suci lambang cinta. Ini adalah bentuk sinkretisme agama, mencampuradukkan budaya pagan dalam tradisi Kristen. Dan akhirnya diresmikanlah Hari Valentine oleh Paus Gelasius pada 14 Pebruari di tahun 498.

Bagaimanapun juga lebih mudah mengubah keyakinan masyarakat setempat jika mereka dibiarkan merayakan perayaan di hari yang sama hanya saja diubah ideologinya. Umat Kristen meyakini St Valentino sebagai pejuang cinta kasih. Melalui kelihaian misionaris, Valentine’s Day dimasyarakatkan secara internasional.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari tradisi masyarakat di zaman Romawi Kuno, masyarakat kafir yang menyembah banyak Tuhan juga berhala. Dan hingga kini Gereja Katholik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya St Valentine. Meskipun demikian perayaan ini juga dirayakan secara resmi di Gereja Whitefriar Street Carmelite di Dublin-Irlandia.

Valentin di Indonesia

Valentine’s Day disebut ‘Hari Kasih Sayang’, disimbolkan dengan kata ‘LOVE’. Padahal kalau kita mau jeli, kata ‘kasih sayang’ dalam bahasa inggris bukan ‘love’ tetapi ‘Affection’. Tapi mengapa di negeri-negeri muslim seperti Indonesia dan Malaysia, menggunakan istilah Hari Kasih Sayang. Ini penyesatan.

Makna ‘love’ sesungguhnya adalah sebagaimana sejarah GAMELION dan LUPERCALIA pada masa masyarakat penyembah berhala, yakni sebuah ritual seks/perkawinan. Jadi Valentine’s Day memang tidak memperingati kasih sayang tapi memperingati love/cinta dalam arti seks. Atau dengan bahasa lain, Valentine’s Day adalah HARI SEKS BEBAS.

Dan pada kenyataannya tradisi seks bebas inilah yang berkembang saat ini di Indonesia. Padahal di Eropa sendiri tradisi ini mulai ditinggalkan. Maka, semua ini adalah upaya pendangkalan akidah generasi muda Islam.

Inilah yang dikatakan Samuel Zweimer dalam konferensi gereja di Quds (1935): “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslim. Sebagai seorang Kristen tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas yang hanya mengejar kepuasan hawa nafsu”.

14 February 2012

Hukum Menyambut Hari Valentine

Ini adalah penyiaran yang patut disampaikan kepada semua umat Islam mengenai hukum penyambut Hari Valentine. Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) telah mengeluarkan fatwa bahawa hukumnya adalah HARAM bagi umat Islam yang menyambut Hari Valentine. Bermakna jika menyambutnya orang Islam itu akan berdosa. Apabila hukum sudah difatwakan, tak perlulah kita banyak tanya/ soal atau mempertikaikan persoalan ini.

Saya sendiri pernah memberikan pandangan mengenai perkara ini pada tahun lepas dalam blog ini. Sememangnya kita sebagai umat Islam tidak patut menyambut/ meraikan hari ini kerana sekiranya kita mengkaji akan munculnya ianya akan menyebabkan akidah kita terpesong.

Jika ada kawan-kawan yang berminat untuk membaca salah satu versi cerita asal usul hari ini, silalah cari artikel tersebut melalui index Valentine, 14 Februari atau pergi ke bulan Februari tahun 2011. Semoga kita memahami terlebih dahulu sesuatu sebelum mengikutnya secara melulu.

14 February 2011

Haram Menyambut Hari Valentine


Seluruh dunia menyambut Hari Valentine yang juga dikenali sebagai Hari Memperingati Kekasih. Tetapi bagi orang Islam, yang kurang memahami konsepnya hari tersebut - mungkin akan teruja untuk menyambutnya kerana dunia menyambut hari tersebut dengan promosi dan iklan di serata media cetak dan elektronik.


Siapa dia Valentino atau lebih dikenali sebagai Saint Valentine. Valentine dikatakan telah hidup di Rom pada abad ketiga. Pada waktu ini Roma diperintah oleh seorang Maharaja bernama Claudius. Kebanyakan rakyat tidak menyukai beliau mungkin kerana perangainya.

Seperti yang kita maklum, Rom merupakan kuasa tentera yang kuat. Pada masa pemerintahan Claudius II (268 - 270 M), Maharaja Rom, era keemasan empayar Rom hampir berakhir. Banyak berlaku perselisihan awam sering, pendidikan menurun, kenaikan cukai dan perdagangan telah menyaksikan era yang sangat buruk. Empayar Rom pula menghadapi krisis dari semua penjuru dari Slavia Gaul, Hun, Turki dan Mongol dari Utara Eropah dan Asia. Kerana Kerajaan Rom terlalu luas untuk dilindungi daripada pencerobohan luaran dan kekacauan dalaman, sudah tentu kekuatan yang ada tidak memadai. Kerajaan meminta supaya rakyat menyertai tentera tetapi penyertaannya mendukacitakan. Claudius merasa bahawa lelaki berkahwin lebih emosional dan terikat pada keluarga mereka, dan dengan demikian, tidak akan menjadi askar yang baik. Dia percaya perkahwinan yang membuat seseorang lemah. Maka ia mengeluarkan dekrit melarang perkahwinan untuk melahirkan askar yang berjiwa kental.

Jadi Claudius mengeluarkan undang-undang baru yang tidak membenarkan perkahwinan. Sudah tentu rakyat menentang undang-undang ini kerana ianya kejam dan keluar dari fitrah manusia. Valentine yang juga merupakan seorang menteri, tidak menyokong undang-undang baru.

Dilapurkan Valentine terus melaksanakan upacara pernikahan rakyat secara diam-diam. Walau bagaimanapun perkara ini telah diketahui oleh pemerintah dan pada suatu malam dia ditangkap dan dilemparkan ke dalam penjara dan mengatakan dia akan dihukum mati.

Ramai anak muda yang datang melawat Valentine di penjara, salah seorang adalah putri penjaga penjara bernama Asterius. Asterius mempunyai seorang puteri yang buta yang sering melawatnya. Dan pada hari kematiannya, Valentine menulis surat kepada budak perempuan itu dan menandatangani surat tersebut "Cinta dari Valentine anda". Ia berlaku pada tarikh 14 Februari, 270 A. D. Ramai yang berpendapat dari sinilah bermulanya tradisi bertukar mesej cinta dan dikenali sebagai Hari Valentine Valentine's Day). Paus Galasius dengan rasminya mengumumkan tarikh 14 Pebruari 496 sebagai Hari Velentine dan dirayakan sehingga sekarang.

Apa hukumnya jika seorang muslim menyambut Hari Valentine ini? Pada saya ianya adalah haram kerana ianya dirasakan sebagai ritual yang sumbernya lahir dari agama Kristian. Tindakan Paus Galasius adalah untuk mengenang orang alim (Saint) Kristian yaitu Saint Valentine. Maka adakah wajar jika kita sama-sama mengagongkan seorang Padri Kristian tersebut. Islam menganjurkan berkasih sayang (yang halal sahaja tau) setiap hari dan bukannya setahun sekali, pernahkan kita menunjukkan kasih sayang kepada Rasulallah, Ibubapa, anak-anak, adik-beradik dan saudara mara seperti yang ditunjukkan oleh orang Kristian?

Pada saya anjuran agama kita melalui kitab suci Al' Quran dan hadis dan lebih dari cukup dan tak perlulah mengambil dari mana-mana sumber yang tidak sahih.