Showing posts with label Nao Lisa. Show all posts
Showing posts with label Nao Lisa. Show all posts

08 December 2011

Cerpen : Hati Bergetar Saat Sinarnya Cinta Menghampiri - Bhg 4

Bahagian 4 :

1 bulan kemudian. Saat sarapan, Mira mondar mandir ke kamar mandi. ”Miraaa..” Teriak tante Ririn. ”Iya ma.” Jawab Mira saat ia berada di kamar mandi. ”Kamu kenapa ?” ”Enggak tahu ma, bawaannya pengen muntah mulu.” Mata tante Ririn terbelalak. Toeng.. (^_^) Ada sesuatu yang sedang ia pikirkan. Tante Ririn beranjak dari tempat duduknya kemudian menghampiri Mira. ”Ayo kita segera pergi periksa ke Rumah Sakit.” ”Tapi ma.” ”Enggak ada tapi-tapi.”

** Setelah Mira diperiksa. ”Bagaimana dok, ada apa dengan anak saya?” ”Anak ibu positif hamil.” ”Apa?” Tante Ririn kaget. ** Saat di rumah. ”Sini kamu.” Kata tante Ririn seraya menarik tangannya Mira. ”Ma, sakit.” ”Kamu duduk sini.” Mira tiba-tiba menangis ia takut di marahi. ”Kenapa kamu enggak bisa jaga kepercayaan mama ? mama malu Mira, kenapa kamu sama saja seperti anak-anak remaja yang lain ?” ”Mira, khilaf ma.” ”Khilaf ? Oh. Katanya kamu sudah besar tahu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.” Mira hanya menangis. ”Mira kamu tuh ya memang susah di kasih tahu, mama mau bilang apa sama Afdhal nanti ? mama malu Mira.” ”Maafin Mira ma.” ”Sekarang sudah terlambat Mira, mama benar-benar kecewa sama kamu.” ”Ma, maafin Mira.”

** 1 Minggu kemudian, tante Mira terpaksa menikahkan Mira dengan pria yang telah menghamili Mira. ** “Bagaimana nak? ”Afdhal enggak apa-apa ma.” ”Tante Ririn kamu benar-benar minta maaf sama kamu.” ”Iya ma, Afdhal enggak marah kok, baguslah kalau memang Mira menikah dengan pria pilihannya.”

** 5 bulan berlalu. Tahu enggak teman-teman, Afdhal semakin apa ? (^_^) Semakin-semakin aja loh, xixixi :D ** Mamanya Afdhal berangkat ke kota yang dekat dengan kota tempat Afdhal kuliah, mamanya Afdhal menginap salah satu rumah kenalan lamanya. ** ”Tante, kapan datangnya?” Tanya seorang gadis. Gadis itu adalah anak dari kenalan lamanya. ”Baru saja, kamu mau kemana ?” ”Mau berangkat kuliah dulu tante.” ** Saat malam tiba. ”Jadi kak Afdhal sudah mau wisuda yah tante?” ”Iya insyaAllah bulan depan.” ** Gadis berjilbab ini sudah lama juga kenal Afdhal, bahkan semenjak mereka masih kecil lagi. Eliza namanya, Eliza bukan gadis yang suka dengan dunia malam, ia juga bukan gadis yang modern, penampilan yang sederhana dan rapi itu menjadi ciri khas Eliza. (^__^)

--- >>To Be Continued

04 December 2011

Cerpen : Hati Bergetar Saat Sinarnya Cinta Menghampiri - Bhg 2

Bahagian 2 :

Rista adalah gadis yang cantik dan juga pintar, memiliki calon istri yang cantik dan pintar adalah keinginan Afdhal, sedikit sombong ya kedengarannya? hehe, tapi itulah keinginan Afdhal. 2 bulan kemudian, Rista hamil, perasaan Afdhal enggak karuan ketika mendengar kabar tersebut. Rista terpaksa menuruti kemauan orang tuanya menikah dengan pria pilihan orang tuanya dan kini anak yang ada dalam kandungannya adalah anak dari suaminya.

** Saat malam tiba. Afdhal kurang konsentrasi mengerjakan tugasnya, ia selalu kepikiran Rista, Rista gadis yang ia sangat cintai. Terdengar suara hape Afdhal berdering. "Hallo." "Hallo, Afdhal kabar kamu bagaimana nak ?" Afdhal kaget ketika ia mendengar suara mamanya yang sedang berbicara di telpon. "Afdhal baik-baik saja ma." "Kamu enggak bohong nak ?" Suasana hening seketika. "Enggak ma, Afdhal baik-baik saja." "Kamu jangan kepikiran dengan Rista terus nak, kesehatan kamu lebih penting, mama enggak mau kalau konsentrasi belajar kamu menurun karena kepikiran Rista terus." "Iya ma." Sahut Afdhal pelan. ** Sebelumnya Afdhal memang pernah cerita sama mamanya yang ia kelak ingin menikah dengan Rista, Rista sebenarnya setia menanti, tetapi Orang tua Rista yang memaksa Rista untuk menikah. Afdhal juga sempat menangis ketika ia meluahkan perasaan sedihnya.

** 4 bulan kemudian. Rista berhenti kuliah, perutnya semakin membuncit, orang tua Rista melarang Rista untuk kuliah lagi, Rista harus banyak istirahat. Afdhal kembali seperti biasanya ia sekarang lebih tampan dari pada yang dulu, lebih semangat, kalau senyumnya, ehmmm tetap manis donk.. hehe "Afdhal, kamu apa kabar nak." "Afdhal alhamdulillah kabar baik ma, kalau kabar mama bagaimana ?" "Alhamdulillah baik juga nak ?" "Nak, apa kamu sekarang sudah punya pacar lagi ?" Kata mama tiba-tiba. "Belum ada ma, Afdhal masih teroma ." "Nak, tante Ririn kamu mau jodohin kamu sama anak gadisnya, si Mira." Afdhal diam seketika. " Kenapa Afdhal yang di pilih untuk jadi suami anaknya ma ? Mira kan sepupunya Afdhal." "Tante Ririn kamu salut sama kamu nak, ia percaya sama kamu, kalau Mira menikah sama kamu, Mira akan bahagia." Kata Ibu lagi. "Afdhal akan berusaha ma kalau dia setia menunggu Afdhal, Afdhal mau kelarin kuliah dan cari kerjaan dulu ma." "Ya sudah kalau itu yang kamu mau, nanti mama sampaikan sama tante Ririn dan Mira." Kata mama mengakhiri pembicaraan di telpon.

** Mira gadis yang cantik, ia gadis yang feminim. Mira sepupu satu kalinya Afdhal. Mira baru-baru saja lulus SMA. Tante Ririn sangat senang dengan Afdhal, karena baginya Afdhal pria yang pintar dan nyaris sempurna, Selain itu Afdhal bukanlah pria perokok, dan ia menginginkan Afdhal segera menikah dengan Mira, ia rela mengeluarkan biaya yang banyak untuk biaya pernikahan Mira nanti, dan bukan masalah baginya melamar Afdhal untuk anaknya, karena ia yakin Afdhal pria yang pantas untuk anaknya.

----->> To Be Continued