Showing posts with label Padang Masyhar. Show all posts
Showing posts with label Padang Masyhar. Show all posts

24 October 2012

4 Pertanyaan Di Padang Mahsyar

Kiamat lebih teruk dari ini sehinggakan kita tidak dapat membayangkannya
Sebelum teman-teman meneruskan bacaan ini suka saya menyampaikan rasa terima kasih kepada penulis asal artikel ini yang saya sendiri tidak mengenalnya. Saya mohon maaf kerana saya membuat sedikit penambahan kepada artikel ini.

Ambillah aktibar dari artikel ini kerana kiamat memang akan benar-benar terjadi... kiamat adalah persinggahan kita ke alam yang lebih kekal. Tetapi masa kita berada di Padang Masyar lebih lama sehinggakan kita akan menyesali segala apa yang kita lakukan di dunia ini nanti. Jadi jom kita lihat apakah 4 soalan yang akan ditanyakan di Padang Masyar tu nanti.

Setiap Muslim wajib mengetahui mengenai Hari Akhir Zaman atau Hari Kiamat. Bahkan hal itu merupakan rukun iman yang kelima. Di dalam hadis-hadis shahih diterangkan bahwa setelah dunia ini hancur binasa, semua manusia yang di dalam kubur dibangkitkan dan semua akan dikumpulkan oleh Allah di Padang Mashyar. Siapkah kita menghadapi peristiwa tersebut? Apa pula yang akan terjadi pada saat itu?

Ketahuilah teman-teman bahawa pada saat itu manusia akan diminta mempertanggungjawabkan oleh Allah Ta’ala tentang segala macam yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini. Pada hari itu sudah tidak berguna lagi harta, anak, tidak bermanfaat apa yang dibanggakan selama di dunia ini. Pada hari itu hanya ada penguasa tunggal, iaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada manusia, kemudian Dia menyuruh menggunakan nikmat tersebut sebaik-baiknya dalam rangka mengabdi kepada-Nya.

Kerana Allah telah menganugerahkan nikmat-nikmat itu kepada manusia, maka sangat wajar apabila Dia menanyakan kepada manusia untuk apa nikmat-nikmat itu digunakan. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: ”Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya darimana ia peroleh dan kemana ia habiskan, dan badannya untuk apa ia gunakan.” (HR Tirmidzi dan Ad-Darimi).

Umur

Umur adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari manusia. Bila kita berbincang-bincang tentang umur, maka berarti kita berbicara tentang waktu. Allah dalam Al-Qur’an telah bersumpah dengan waktu: ”Demi masa”, maksudnya agar manusia lebih memperhatikan waktu. Waktu yang diberikan Allah adalah 24 jam dalam sehari-semalam. Untuk apa kitagunakan waktu itu? Apakah waktu itu untuk beribadah atau untuk yang lain, yang sia-sia?

Keadaan umat Islam saat ini sangat memprihatinkan. Ada di antara mereka yang tidak mengerti ajaran agamanya dan ada yang tidak mengerti ilmu pengetahuan umum. Bahkan ada di antara mereka yang buta huruf baca tulis Al-Qur’an. Bila kita mau meningkatkan iman dan amal, maka seharusnyalah kita bertanya kepada diri masing-masing. Sudah berapa umur kita hari ini dan apa yang sudah kita ketahui tentang Islam, apa pula yang sudah kita amalkan dari ajaran Islam ini? Janganlah kita termasuk orang-orang yang rugi.

Ilmu

Yang membedakan antara Muslim dan kafir adalah ilmu dan amal. Orang Muslim berbeza amalannya dengan orang kafir dalam segala hal, dari mulai kebersihan, berpakaian, berumah tangga, bermuamalah dan lain-lain. Seorang Muslim diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya agar menuntut ilmu. Allah berfirman: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" (QS Az-Zumar [39] : 9)

Jika diamati ayat ini berbentuk pertanyaan namun ianya mengandung perintah untuk manusia menuntut ilmu. Menuntut ilmu agama hukumnya adalah wajib atas setiap individu Muslim, misalnya tentang membersihkan najis, berwudhu yang benar, cara shalat yang benar dan hal-hal yang dilaksanakan setiap hari. Karena bila ia tidak tahu, maka amalannya akan tertolak, dan Allah akan bertanya kenapa ia mengikuti apa yang tidak ia ketahui, seperti dalam firman-Nya: ”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Isra [17] : 36)

Ilmu yang sudah dipelajari oleh umat Islam harus digunakan untuk kepentingan Islam. Ilmu yang sudah dituntut dan dipelajari wajib diamalkan menurut syariat Islam. Ilmu tidak akan berarti apa-apa dalam hidup dan kehidupan manusia kecuali bila manusia mengamalkannya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: ”Beramallah kamu (dengan ilmu yang ada) kerana tiap-tiap orang dimudahkan menurut apa-apa yang Allah ciptakan atasnya.” (HR Muslim)

Harta

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: ”Bagi tiap-tiap umat itu fitnah dan sesungguhnya fitnah umatku adalah harta.” (HR At-Tirmidzi dan Hakim)

Harta pada hakikatnya adalah milik Allah. Harta adalah amanat Allah yag dilimpahkan kepada umat manusia agar dia mencari harta itu dengan halal, menggunakan harta itu pada tempat yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Bila kita amati keadaan umat Islam saat ini, banyak kita dapati di anara mereka yang tidak peduli lagi dengan cara mengumpulkan hartanya, apakah dari jalan yang halal atau jalan yang haram. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah meramalkan hal ini dengan sabdanya: ”Nanti akan datang suatu masa, di masa itu manusia tidak perduli dari mana harta itu ia peroleh, apakah dari yang halal atau dari yang haram.” (HR Al-Bukhari)

Setiap Muslim harus hati-hati dalam mencari mata pencarian hidupnya kerana banyak manusia yang terdesak masalah ekonomi lalu ia hingga tidak perduli lagi dari mana harta itu ia peroleh. Ada yang memperoleh harta dari usaha-usaha yang batil, misalnya hutang tidak dibayar, rasuah, riba, merompak, berjudi dan lain sebagainya. Orang yang mencari usaha dari yang haram akan mendapat siksa dari Allah, seperti disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam: ”Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari barang yang haram, maka Neraka itu lebih patut baginya (sebagai tempat).” (HR Al-Hakim).

Harta yang kita dapat dengan cara yang halal harus pula kita infaqkan pada jalan yang benar pula. Bila tadi disebutkan bahwa harta itu milik Allah, maka wajib pula kita gunakan harta itu untuk dalam rangka menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini.

Badan

Manusia merupakan mahluk yang paling sempurna yang diciptakan Allah di muka bumi ini. Dengan kesempurnaan susuk tubuh serta akal fikiran yang diberikan Allah, manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi, manusia dibebani taklif agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Jasmani manusia ini dituntut bekerja untuk melaksanakan fungsi khalifah dalam rangka mengabdi kepada Allah.

Letihnya manusia dalam melaksanakan ibadah kepada Allah mendapat ganjaran pahala. Tetapi bila letihnya dalam rangka bermain-main, mengerjakan maksiat, perbuatan sia-sia, beribadah dengan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, maka sia-sia letihnya itu, bahkan ada yang akan dibalas dengan api Neraka, kerana mereka termasuk orang-orang yang celaka, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam: ”Tiap-tiap amal (pekerjaan) ada masa-masa semangat dan tiap-tiap masa semangat ada masa lelahnya, maka barangsiapa lelah letihnya karena melaksanakan sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk, dan barangsiapa yang letihnya bukan kerana melaksanakan sunnahku, maka dia termasuk orang yang binasa.” (HRAl-Hakim dan Al-Baihaqi).

Demikianlah, pada hari mashyar masing-masing manusia akan diminta pertanggungjawabkan atas segala perbuatan yang telah dikerjakannya selama hidupnya di dunia. Sudah siapkan kita menjawab pertanyaan-pertanyaan itu? Kalau belum, bila lagi kita mempersiapkan diri kalau tidak sekarang?

03 June 2012

Kehidupan di Padang Masyhar

Kononnya ini teori sangkakala
Dari dalam rahim ibu kita dilahirkan, maka hiduplah kita buat kali pertama. Mengikut kepada janji llah kepada kita, adayang hidup lama dn ada yang sekejap... kita mati dan selepas itu semua manusia dan jin yang mati memasuki alam berzah iaitu alam menunggu hari pembalasan.

Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala pertamanya (bentuk apa agaknya... adakah berbentuk tanduk atau bentuk corong) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk yang masih ada di alam semesta ini akan mati kecuali Izrail dan beberapa malaikat yang lain. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tinggal dan akhirnya mencabut nyawanya sendiri.

Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman maksudnya “Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” Ini menunjukkan kebesaran dan keagunganNya sebagai Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

Satu lagi teori saintis. etapi Allah Maha Mengetahui
Selepas 40 tahun alam semesta menjadi bisu dan hening, maka Allah menghidupkan kembali Malaikat Israfil, seterusnya Israfil meniup semula sangkakala buat kali kedua, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi yang putih yang dikenali sebagai padang Mahsyar (seumpama padang Arafah ketika amalan haji di Mekah). Padang Masyar adalah padang yang rata saujan mata memandang dan tidak berbukit atau bulat seperti bumi.

Sekelian manusia hidup semula melalui benih anak Adam yang disebut “Ajbuz Zanbi” 
(tulang sulbi) yang berada di hujung tulang belakang mereka. Maka bangkitlah manusia dan jin umpama anak taugeh yang kembang membesar dari biji benih. Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Namun begitu keadaan membuatkan mereka tidak rasa malu kerana masing-masing sangat takut dan bimbang akan nasib dan masa depan yang bakal mereka hadapi.

Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau semua manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa) nauzubillah. Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap makhluk sibuk memikirkan hal nasib masing-masing.

Setelah semua makhluk dikumpulkan, Allah menghapuskan cahaya matahari dan bulan, lalu tinggallah mereka dalam kegelapan tanpa cahaya dan berlakulah huru-hara yang amat dahsyat. Sekonyong-konyong langit yang tebal, pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

Kali ini muncul matahari tetapi dengan kepanasan yang berganda-ganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka merasa kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan ini berlanjutan sehingga 1000 tahun. Subhanallah amat menakutkan.

Walau bagaimanapun terdapat sebuah perigi kepunyaan Nabi Muhammad SAW dengan bernama Al-Kausar yang hanya boleh diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaga perigi tersebut. Barang siapa yang dapat minum air dri perigi itu, dia tidak akan kehausan selama-lamanya. Perigi ini berbentuk segi empat tepat dan sebesar satu bulan perjalanan. Semoga kita dan keluarga kita mendapat minum dari perigi ini, insyaallah. Bau air perigi ini jauh lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga. 



Semua makhluk yang berada di bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy, semoga kita dan keluarga kita adalah dari salah satu golongan ini - insyaallah. Mereka ialah:

1.   Pemimpin yang adil.
2.   Orang muda yang taat kepada perintah Allah.
3.   Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.
4.   Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
5.   Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.
6.   Lelaki yang bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).
7.   Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

Disebabkan tersangat lama menunggu di padang mahsyar tanpa mengetahui untuk berbuat apa melainkan mereka yang beriman, maka mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Nabi pertama yang ditemui oleh kumpulan manusia ini adalah Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan terhadap Allah SWT.



Maka kumpulan manusia itu berjumpa pula dengan Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan jawapan seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa dengan Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi ke satu nabi yang lain adalah 1000 tahun perjalanan. Setelah bertemu dengan Rasulallah SAW, maka berdoalah baginda Nabi Muhammad SAW ke hadrat Allah SWT. Lalu diperkenankan Allah akan doa baginda SAW.

Selepas itu, terdengar pula bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelahlah langit, turunlah Arasy Allah yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga ‘Arasy itu tiba di Padang Masyhar.

‘Arasy’ ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat. Manakala Kursi pula adalah jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari ‘Arasy umpama cincin di tengah padang. Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak di hadapan istana.



Seluruh makhluk menundukkan kepala kerana ketakutan. Lalu dimulakan timbangan amal bagi semua makhluk, ketika inilah berterbangan kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa ada kesilapan walau sedikit pun seterusnya kitab-kitab itu tergantunglah sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah/ Raqib: Atid/ Kiraman Katibin.


Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Begitu juga dengan orang kafir dan munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda tersendiri untuk dibezakan mereka dari golongan lain.


Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sebaliknya hukuman pertama yang diputuskan adalah perbutan mengenai pertumpahan darah.


Apabila tiba giliran seseorang untuk dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab setelah dihisab lalu kitab diserahkan kepadapemilik, orang mukmin menyambut kitab mereka dengan tangan kanan manakala orang bukan mukmin menerima kitab mereka dengan tangan kiri. Semua makhluk akan dihisab amalan mereka dengan menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

Mengikut kajian beberapa scolar Islam, acara ini nanti disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab. Perkara pertama yang disyaratkan adalah Islam. Jika seseorang itu bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang tetapi amalan buruknya tetap akan ditimbang.



Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta’ala dengan Maha Bijaksana.


Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat: 

Ada pun syafaat Nabi Muhamad SAW adalah untuk beberapa perkara di Padang Masyhar, iaitu:



1.   Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab. 
2.   Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab. 


3.   Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka. 

Walau bagaimanapun semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah SWT jua adanya.

Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70,000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70,000 yang lain.



Beginikah keadaannya Titian Sirat
Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada makhluk untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan menyeberangi titian sirat.


Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju ke syurga dengan melintasi jambatan Siratul Mustaqim, jambatan (titian) ini yang terbentang di bawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan untuk menyeberanginya.

Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15,000 tahun. 5,000 tahun menaik, 5,000 tahun mendatar dan 5,000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya. Nauzubillah... mohon dijauhkan Allah hambamu ini dari api neraka dan permudahkanlah hamba dan keluarga hamba menyeberanginya nanti.

Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1,000 makhluk yang meniti sirat, hanya seorang sahaja yang berjaya melepasinya. 999 lagi akan terjatuh ke dalam neraka.

Sumber: Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

Saya hanya menyampaikan dari apa yang saya baca dan ketahui, sesungguhnya ingat-mengingati adalah tanggungjawab sesama insan. Saya amat berharap apa yang saya tuliskan di sini semuanya diadun dari beberapa kitab, buku dan usrah. Semua yang baik dan benar itu datang dari Allah manakala yang salah itu datangnya dari saya sendiri. Mohon ampun dan maaf sekiranya terdapat kesilapan.



Saya sedari akan beberapa ayat yang menjadi pedoman saya, iaitu:


“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan itu hanyalah orang-orang yang tidak beriman dengan ayat-ayat Allah dan merekalah pembohong-pembohong”. (An-Nahl ayat 105)

“Barangsiapa mengatakan dariku apa yang aku tidak katakan, maka hendaklah Ia bersedia mengambil tempatnya dari Neraka.”(HR: Az-Zahabi dlm Al-Kabair.)

Berpesan-pesanlah sesama insan seperti mana sabda Rasulullah SAW: "Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat"; dan

Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :

1.  Sedekah/ amal jariahnya.
2.  Doa anak-anaknya yang soleh. 

3.   Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain.

02 June 2012

Alam Masyhar

Adakah kita manusia tidak menerima hukum Allah selepas dari kematian? Mungkin ada yang tidak mempercayai akan balasan selepas  dari kehidupan di dunia ini, tetapi bagi muslim kepercayaan ini adalah salah satu Rukun Iman. Alam Masyhar merujuk kepada lokasi yang bukan di bumi, lokasi tersebut adalah di padang yang sangat luas dan putih, keluasannya saujana mata memandang dan tiada hujungnya. Padang ini dikenal sebagai Padang masyhar di mana di padang inilah semua makhluk yang dihidupkan semula oleh Allah selepas tiupan sangkakala kedua ditiup oleh Istafil. Lamanya makhluk berada di alam ini adalah selama 300 tahun di mana 1 tahun di masyhar bersamaan 50,000 tahun di dunia, ubhanallah lamanya..... 


Seperti yang saya sebutkan di atas, Alam Mahsyar dimulakan apabila 2 tiupan sangkakala yang ditiup oleh Malaikat Israfil. Tiupan pertama mematikan semua kehidupan manakala tiupan yang kedua menghidupkannya kembali di mana bumi memuntahkan isinya.

Dalam riwayat dinyatakan Kaabah akan berjalan masuk bersama dengan bumi Mekah dan Madinah bersama isi buminya apabila kiamat tiba (termasuk orang beriman yang mati di Mekah/ Madinah). Sunat untuk kita berniat untuk mati di Mekah atau Madinah sahaja. Haram berniat untuk mati di tempat yang lain. Mulalah kita berdoa dan berharap agar dapat dimatikan di bumi-bumi haram itu.

Rasullullah s.a.w  adalah manusia yang pertama sekali dibangkitkan di mana apabila dibangkitkan maka Rasullullah s.a.w bertanya pada Jibrail ” Di mana kamu tinggalkan umatku”.

Di dalam Surah Al-Waaqi’ah, Allah menyebutkan keadaan/ suasana Kiamat Besar di mana manusia terbahagi kepada tiga golongan :

Muqarrabiin (Orang yang didekatkan kepada Allah); iaitu orang-orang yang dapat memasuki Syurga di peringkat awal.

Abraar (Baik-kebaikwan); iaitu orang-orang yang baik-baik; mereka ini ialah golongan Kanan (Golongan Bertuah Peringkat Kedua).

Fujjaar (Jahat-jahawan); iaitu orang-orang yang jahat-jahat; mereka ini ialah golongan kiri (golongan celaka/ sial).

Kemudian Allah menyebutkan di akhirnya keadaan Kiamat Kecil di mana manusia terbahagi kepada 3 golongan juga iaitu:

Muqarrabiin.
Golongan Kanan.
Golongan Pendusta Yang Sesat.

Manakala orang kafir dan syaitan akan dikumpulkan di sekeliling Neraka Jahanam seperti firman Allah “Oleh itu, demi Tuhanmu (wahai Muhammad)! Sesungguhnya Kami akan himpunkan mereka yang kafir itu beserta syaitan-syaitan di Padang Mahsyar, kemudian Kami akan bawa mereka duduk bertelut di keliling Neraka Jahanam.” Surah Maryam Ayat 68.

Titian Siratul Mustakim



Setelah selesai dibicarakan, disoal jawab dan dihisab, maka semua makhluk akan menujuk ke syurga dengan melalui Titian Siratul Mustakim yang mana perjalanannya mengambil masa 15,000 tahun perjalanan (persamaan di dunia tidak dinyatakan). Dan setiap 1000 manusia yang meniti hanya tinggal 1 sahaja yang akan berada di titian sirat (iaitu mereka yang beriman dan beramal soleh) untuk meneruskan perjalanan ke syurga (sepantas kilat bagi mereka yang beriman). 999 manusia akan jatuh kebawah dari sirat dan akan tiba di dasar neraka setelah 60 tahun. (*Mengikut Riwayat, anak yang meninggal sewaktu kecil akan menunggu ibubapanya di atas sirat).

Dan demi sesungguhnya! (Nabi Muhammad) telah melihat (malaikat Jibril, dalam bentuk rupanya yang asal) sekali lagi, Di sisi “Sidratul-Muntaha”; Yang di sisinya terletak syurga “Jannatul-Makwa”. (Nabi Muhammad melihat Jibril dalam bentuk rupanya yang asal pada kali ini ialah) semasa “Sidratul-Muntaha” itu diliputi oleh makhluk-makhluk dari alam-alam ghaib, yang tidak terhingga. Surah An-Najm Ayat 13-16.

Kesimpulannya: 



Percahayalah wahai sahabat-sahabatku bahawa mati itu adalah benar, hidup kembali di Alam Barzah dan Alam Akhirat juga adalah benar. Amatlah ruginya jika kita terlalu leka dengan kehidupan dunia yang masanya sungguh singkat namun amalan, jadikan bumi ini tempat kita membuat sumbangan  terhadap agama Allah semoga ianya nanti akan membantu kita di alam seterusnya. Diceritakan kisah di dalam Al-Quran di mana manusia akan menyesali di atas kelalaian mereka di dunia sebaik sahaja melihat api neraka.

26 April 2012

I Love U Rasulallah saw


Kota Rasul di siang hari Tahun 2006
"Aku bersaksi bahawa tiada tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahawa Nabi Muhammad Pesuruh Allah" itulah shahadah yang Muslimin ucapkan sekurang-kurang 9 kali sehari, itupun kalau solat fardu ditunaikan.

Baginda Rasulullah S.A.W merupakan rasul terakhir yang diutuskan oleh Allah untuk membimbing manusia sejagat dan baginda adalah insan orang yang paling dikasihi dan sangat hampir dengan Allah. Justeru itu, sebagai pemimpin agung yang dikasihi Allah, kita umat baginda wajib mencintai Rasulullah S.A.W sebagai cinta kedua selepas mencintai Allah seperti mana yang disebut dalam Al Quran yang bermaksud:

Kota Rasul di malam hari, 2006
Katakanlah: “Jika kamu [benar-benar] mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha pengampun lagi Maha Penyayang". (Ali-’Imran:31).

Maksud Cinta Kepada Rasulullah S.A.W 

Imam Ibn Kathir ketika mentafsirkan ayat di atas menyatakan bahawa: “Ayat ini merupakan kayu ukur kepada sesiapa yang mendakwa mencintai Allah S.W.T tetapi tidak pula berada di atas jalan Nabi Muhammad, bahawa sesungguhnya dia berdusta dalam dakwaannya, sehinggalah dia mengikuti syariat Muhammad di dalam keseluruhan percakapan dan amalannya.”


Ya Habibi
Para sahabat baginda S.A.W merupakan generasi manusia terbaik yang paling mencintai Rasulullah S.A.W perkara ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al Qur’an dan hadis yang menceritakan akan keredaan Allah S.W.T terhadap para sahabat serta keutamaan mereka di sisi Allah S.W.T dan Rasulnya. Namun bagi kita yang berada jauh dari baginda (selepas kira-kira 1,400 tahun baginda meninggalkan kita) ada kewajaranya umat Islam mencintai baginda S.A.W saling tidak tumpah atau kurang sedikit pun sebagaimana para sahabat mencintai baginda S.A.W. Allah S.W.T berfirman yang bermaksud:


“Maka orang-orang yang beriman kepadanya (Nabi), memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya [Al-Qur'an], mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raaf: 157)


Bagaimana Caranya Sewajarnya Mencintai rasulallah SAW


1.   Bagi saya untuk menjelaskan cara mencintainya Rasul adalah dengan menyebut namanya selalu dalam erti kata yang kain, perbanyakkanlah selawat ke atas namanya, doakan kesejahteraannya walaupun kita tahu bahawa Allah telah menyediakan tempat rehat bagainda yang paling baik dan sempurna. 


2.   Lakukan/ amalkan/ ikut/ tiru apa sahaja yang dilakukan oleh bagainda tanpa mengambil setengah-setengah yang selesa dengan kita. Memang ini adalah perkara yang paling sukar untuk dilaksanakan, walau bagaimanapun cubalah... Mencintai apa-apa yang dicintai Rasulullah S.A.W dan membenci apa-apa yang dibenci Rasulullah S.A.W.


3.   Baginda Rasul meninggalkan kita yang tidak pernah dikenalinya dengan rasa sedih dan bimbang akan keteguhan iman kita, jadi berjanjilah pada diri kita dan kepada baginda bahawa kita akan mengikut laluan yang telah disediakan, di samping kita meneruskan perjuangannya dengan menyampaikan ajarannya kepada sesiapa sahaja.


4.   Jika kita diberikan Allah rezeki dan masa, kunjungilah baginda di kotanya. Pasti apabila berada di sana dan merenung kubahnya membuatkan hati kita menjadi sangat dekat dengan baginda, berbuallah dengan baginda pasti baginda mendengarnya. Saya menceritakan pengalaman saya semasa mengunjungi baginda.


5.   Mengenali keperibadian Rasulullah S.A.W dan menghayati sejarah hidupnya, sekarang ini buku-buku menceritakan sirah Rasul terlalu banyak untuk kita pilih.  


6.   Yang paling utama pertahankan Rasulullah S.A.W, ahli keluarganya, sahabat-sahabatnya dan ajaran islam daripada dihina dan diperlekehkan musuh-musuh Islam.


Syafaat Rasulullah S.A.W


Sekiranya kita banyak menyebut nama baginda (berselawat) baginda akan mengenal kita nanti terutamanya semasa semua umat manusia berada di Padang Masyhar. Dalam kepanasan dan tidak keselesaan Allah S.W.T mengurniakan kepada kita syafaat baginda Rasul di mana ketika itu semua manusia hanya memikirkan akan diri sendiri. Dengan adalah Syafaat Agung baginda S.A.W akan membebaskan manusia terpilih daripada ketidakselesaan dan kegelisahan di mahsyar. (Riwayat Bukhari)


Apakah perjuangan kita di dunia ini... untuk kepentingan diri sendiri, negara atau agama? Fikirlah sendiri....


Walallahualam.....

07 April 2012

10 GOLONGAN MANUSIA YANG DI USIR DARI PADANG MAHSYAR

1.   Mereka diusir berupa kera. Mereka adalah manusia yang suka mengadu domba.

2.   Mereka diusir berupa babi. Mereka adalah manusia yang suka memakan barang yang haram.

3.   Mereka dihalau dalam keadaan terbalik kaki di atas dan kepala di bawah. Mereka adalah dari golongan yang suka berdusta.

4.   Mereka dihalau dalam keadaan bisu dan pekak serta tidak berakal. Mereka adalah dari golongan yang riak bangga diri dan sombong.

5.   Mereka dihalau dalam keadaan menguyah lidah sendiri sedang lidahnya itu menjulur ke bawah sampai ke dadanya dan dari mulutnya keluar nanah yang menjijikkan. Mereka adalah ahli pidato yang ucapannya berlainan dengan
perilakunya.

6.   Mereka dihalau dalam keadaan tersalib di pohon kurma dari neraka. Mereka adalah manusia yang berusaha mengajak orang ramai untuk menyokong pemimpin yang tidak jujur.

7.   Mereka dihalau dalam keadaan terpotong tangan dan kakinya. Mereka adalah orang-orang yang mengganggu jiran-jiran.

8.   Mereka dihalau dalam keadaan buta. Mereka adalah dari golongan yang curang dalam menetapkan hukum.

9.   Mereka dihalau dalam keadaan busuknya lebih busuk daripada bau bangkai. Mereka adalah orang yang gemar melepaskan nafsu syahwat dan menolak perkara wajib seperti zakat, puasa, solat, ... tidak menjalankan kerja dakwah dan sebagainya.

10.  Mereka dikumpulkan dalam keadaan memakai pakaian besi yang panas. Mereka ini adalah manusia yang syirik kepada Allah swt.





By: Shaza Veyron

22 December 2010

Manusia Bangkit Dari Kubur Dalam 12 Barisan

Artikel ini diambil dari koleksi artikel myMasjid: http://wwwmymasjid.com.my/article/show.asp?id=2090

Suatu ketika, Muaz bin Jabal r.a menghadap Rasulullah s.a.w dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong huraikan kepada ku mengenai firman Allah s.a.w: "Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris" - (Surah an-Naba':18). Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis hingga basah pakaiannya. Lalu Baginda menjawab:

"Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepada aku, perkara yang amat besar, bahawa umat ku akan diiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan diri mereka sendiri.... Maka Rasulullah menerangkan apakah 12 barisan berkenaan:

Barisan Pertama: Diiringi dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: " Mereka itu adalah orang-orang yang ketika hidupnya menyakiti hati jirannya, maka in balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua: Diiringi dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah yang maha pengasih: "Mereka itu adalah orang yang ketika hidupnya meringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembalinya adalah neraka..."

Barisan Ketiga: Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka ini adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.."

Barisan Keempat: Diiringi dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka. "Mereka ini adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka.."

Barisan Kelima: Diiringi dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah s.a.w menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka ini adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah s.a.w, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keenam: Diiringi dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.."

Barisan Ketujuh: Diiringi dari kubur tanpa mempunyai lidah dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kelapan: Diiringi dari kubur dalam keadaan terbalik degan kepala ke bawah dan kaki ke atas. " Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.."

Barisan Kesembilan: Diiringi dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. " Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara haram, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesepuluh: Diiringi dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka.."

Barisan Kesebelas: Diiringi dari kubur mereka dengan berkeadaan buta, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua Belas: Mereka diiringi dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka adalah orang yang beramal soleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan derhaka, mereka memelihara solat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredaan Allah yang maha pengasih..."

Ya Allah Ya Tuhan ku..bimbinglah aku dan semua Muslimin Muslimat untuk menganggotai Barisan Kedua Belas. Amin