Showing posts with label Noa Lisa. Show all posts
Showing posts with label Noa Lisa. Show all posts

10 December 2011

Cerpen : Hati Bergetar Saat Sinarnya Cinta Menghampiri - Bhg 5

Bahagian 5 :

Saat di kampus Eliza. ”Turun kuliah bareng siapa?” Tanya seorang teman, Erin namanya. ”Hafiza.” ”Tugas kamu sudah selesai?” "Tugas yang mana ya?” ”Tugas hari selasa kemarin.” ”Oh.” ”Kok cuman oh?” ”Memangnya kenapa?” ”Lihat donk.” ”Kerja sendiri donk.” Kata Eliza seraya tersenyum. ”Aku enggak mengerti caranya, pusing, lihat donk !” ”Mmm.” Sejenak Eliza pura-pura berpikir. ”Eliza, kok sama teman pelit sih?” ”Takut aja.” ”Takut apa?” ”Entar kalau kamu nyontek jawaban aku, terus dosen periksa, dan ternyata jawabannya aku salah, entar kamu salahin aku lagi, kerja sendiri aja ya?” ”Enggak bakal aku salahin kamu kok, lihat donk Eliz.” Pinta Erin lagi. ”Begini aja aku bantu kamu cari penyelesaiannya aja ya?” ”Yaa, kelamaan.” ”Ya sudah kalau enggak mau.” ”Aku nyontek saja ya.” ”No..no..no…” ”Ya deh, bantu aku cari penyelesaiannya aja.” ”Ok.”

Saat di kantin kampus Afdhal. ”Kak Afdhal ya?” Tanya seorang gadis. ”Saya yang namanya Afdhal.” Kata Dzaki seraya merapikan rambutnya, Dzaki yang pada saat itu juga berada di kantin. Gadis itu manyun. Afdhal hanya tersenyum melihat gayanya Dzaki yang sedang asyik tebar pesona. ”Jangan percaya sama tukang bohong.” Kata Fahmi seraya tertawa. ”Kak Afdhal aku Nisa, boleh minta nomor hapenya enggak?” Kata gadis itu lagi seraya tersenyum manis ke Afdhal. ”Nomor hape aku aja, aku ikhlas kok.” Sahut Dzaki dengan senyum manisnya. ”Di catat ya 085678990555.” Kata Dzaki lagi. ”Kepedean amat sih.” Kata Fahmi dengan tawanya.

---- > To Be Continued

06 December 2011

Cerpen : Hati Bergetar Saat Sinarnya Cinta Menghampiri - Bhg 3

Bahagian 3 :

6 Bulan lagi Afdhal lulus kuliah. ** Tante Ririn sudah tidak sabar menunggu Afdhal untuk dinikahkan dengan anaknya. Diam-diam Mira sempat dekat dengan cowok lain. "Kamu dari mana Mira?” Tanya tante Ririn saat melihat Mira memasuki pagar rumahnya. ”Mira dari ini ma…em.. anu.. em..” Jawab Mira terbata-bata. ”Cepat masuk, terus mandi, setelah itu mama mau bicara sama kamu.” Bentak mamanya. Mira pun menuruti perintah mamanya.

** Setelah Mira selesai mandi dan berpakaian. Tante Ririn mengajak Mira ke ruang tengah. ”Cowok tadi itu siapa ? ”em…itu bukan siapa-siapa ma.” Mira gugup. ”Maksut kamu ?” ”Em.. dia temannya Mira ma.” ”Bagus ya, perginya di jemput sama Silvi, pulangnya sama cowok, kenapa bukan silvi yang nganterin kamu pulang ?” ”Em…anu ma, Silvi nganterin mamanya ke pasar tadi, iya ke pasar ma.” ”Jangan bohong kamu ya ? mama itu enggak mau kamu dekat-dekat sama cowok yang urak-urakkan.” ”Ma, mira lelah nuruti semua aturannya mama, Mira juga ingin menikmati masa remajanya Mira ma” ”Masa remaja anak-anak sekarang itu banyak yang salah gaul mira, mama enggak mau kamu seperti mereka.” ”Mira sudah gede ma, Mira tahu mana yang buruk dan mana yang baik, percaya sama Mira ma.” Tante Ririn menghela napas seketika. ”Tapi kamu ingat, mama mau jodohin kamu sama Afdhal, Afdhal itu pria yang baik, jangan sampai kamu mengecewakan Afdhal.” Mira mengangguk pelan. ”Iya ma, Mira ngerti.”

** 1 minggu kemudian, Tante Ririn menelpon Afdhal. ”Afdhal, ini nih Mira mau bicara sama kamu, kangen sama kamu katanya.” Tante Ririn sengaja berkata seperti itu, agar Afdhal percaya kalau Mira juga setia menanti kedatangannya. ”Mira, nih Afdhal.” Bisik tante Ririn ke Mira yang saat itu sedang asyik smsan sama pacarnya. ”Apa sih ma ?” ”Cepat ngomong sama Afdhal, bilang kalau kamu kangen sama dia.” Bisik mama lagi. Sebenarnya Mira malas menuruti kemauan mamanya, ia merasa Afdhal enggak ada feeling sama dia, karena sebelumnya Mira selalu sms Afdhal tapi Afdhal selalu telat balas smsnya, kalaupun dibalas paling Afdhal membalas smsnya Mira dengan singkat. Misalnya isi smsnya seperti ini : Mira : kak lagi ngapain ? sudah makan belum ? 2 menit kemudian. Afdhal : belajar, sudah. (hoho, terlalu sadis caramu (^__^) tapi masih mending kan di balas dari pada enggak.. hehe..) ”Hallo kak lagi ngapain ? ”Lagi baca buku.” ”Dimana kak ?” ”Di teras.” ”Kakak apa kabar ?” ”Baik.” ”Ya sudah kalau begitu kak, maaf ya kalau ganggu ?” ”Iya.” Mira kemudian mematikan telponnya. ** Mira manyun. ”Loh kok cepat amat ngobrolnya ?” Kata mama heran. ”Kak Afdhalnya lagi sibuk.”

---->> To Be Continued

02 December 2011

Cerpen : Hati Bergetar Saat Sinarnya Cinta Menghampiri - Bhg 1

Selepas saya bersahabat maya dengan Nao Lisa, saya terjumpa cerpen hasil nukilan beliau. Setelah membaca beberapa siri, teringin pulak saya nak berkongsi dengan sahabat-sahabat. Setakat ini ceritanya ringkas tetapi dalam Bahasa Indonesia, numun begitu saya yakin kita boleh memahaminya. Tajuk cerpennya adalah Hati Bergetar Saat Sinarnya Cinta Menghampiri.

Jom baca sama-sama.

Bahagian 1:

"Maaf aku belum siap untuk menikah." "Bagaimana dengan aku ?" "Aku enggak bisa, aku harus kelmarin kuliah dan cari kerja dulu." Gadis itu menangis. "Maaf, aku harap kamu bisa mengerti." ** 1 bulan kemudian, gadis itu menikah dengan pria pilihan orang tuanya.

** Afdhal merasa sangat terpukul, ketika ia melihat mantan pacarnya jalan berduaan dengan seorang pria, yang ia tahu dari temannya itu suami Rista, mantan pacarnya. "Ya ampun, bodoh amat sih, Rista mau sama cowok itu." celetuk Fahmi salah satu temannya Afdhal. Afdhal ingin rasanya menjerit, meluahkan rasa kecewanya. "Gantengan Afdhal kemana-mana." Tambah Dzaki salah satu temannya Afdhal. ** Afdhal adalah mahasiswa yang sangat pintar, Afdhal bukanlah dari keluarga yang kaya raya, Afdhal dari keluarga yang sangat sederhana, ibu dan ayahnya bekerja keras menyekolahkan Afdhal, membayar kuliahnya Afdhal dan membiayai kebutuhan Afdhal sehari-hari, ayah dan ibu Afdhal punya harapan yang besar terhadap Afdhal, mereka ingin anak kedua dari empat bersaudara ini memiliki masa depan yang cerah, tidak seperti saudaranya yang lain, rata-rata saudara Afdhal memilih nikah muda dari pada konsentrasi dalam pelajaran.

Afdhal pria yang tampan, senyumnya selalu menarik simpati bagi siapa saja yang melihatnya, dosen Afdhal bangga dengan Afdhal, Afdhal selalu unggul dalam kelas, selalu memperoleh nilai terbaik adalah "makanan" sehari-harinya.. hehe.. Afdhal memiliki banyak teman, ia orangnya gampang sekali mencari relasi, Afdhal pria yang ramah. Afdhal memiliki sahabat dekat dua orang yaitu Fahmi dan Dzaki, Fahmi dan Dzaki orangnya lumayan tampan juga dan humoris, tetapi mereka memiliki perbedaan dalam menilai gadis yang mereka suka, Fahmi suka dengan gadis yang pendiam, enggak banyak omong, sedangkan Dzaki suka dengan gadis yang banyak omong, karena bagi Dzaki cewek seperti itu seru. Afdhal jarang sekali sholat, kadang saat adzan berkumandang ia tidak hiraukan, ia lebih milih konsentrasi dengan pelajarannya. Kalau ada tugas kelompok dari dosen, Afdhal selalu ditunjuk untuk jadi ketua kelompok, bagi Afdhal itu bukan hal yang luar biasa karena ia sudah terbiasa jadi ketua kelompok.

** Rista adalah mantan pacar Afdhal, Afdhal sangat menyayangi Rista dan sebaliknya Rista juga menyayangi Afdhal, tetapi orang tua Rista mendesak Rista untuk segera menikah, mereka tidak ingin Rista, anak semata wayangnya itu terlibat pergaulan bebas dan hamil di luar nikah. Rista sebenarnya tidak ingin menikah dengan pria pilihan keluarganya, ia ingin menikah dengan Afdhal, tetapi Afdhal menolak, saat ini ia belum siap untuk menikah ia tidak ingin menambah beban orang tuanya, Afdhal tidak ingin ia seperti saudaranya yang lain, meski saudaranya yang lain sudah menikah tetapi mereka selalu menyusahkan orang tuanya.

----->> To Be continued kata penulis