20 December 2011

Cerpen : Hati Bergetar Saat Sinarnya Cinta Menghampiri - Bhg 10

Bahagian10:

Setelah 3 hari kemudian, mama, ayah n keponakannya Afdhal tiba di kota Eliza, mereka juga menginap di rumah Eliza. Eliza heran keberadaan Afdhal yang ia sedikit nantikan kok tidak kunjung hadir. Sedikit aja kok enggak banyak, xixixi.. Keponakannya Afdhal, Nana namanya, Nana ini memiliki pipi yang chubby , gendut, ngegemessin deh pokoknya, Nala yang saat ini masih berusia 3 tahun. Nana adalah anaknya Ilyas dari istri pertamanya.

Pada saat itu Eliza baru saja pulang dari kuliah, ia kaget setelah melihat keberadaan orang tuanya Afdhal dan keponakan Afdhal, yang pada saat itu sedang ngobrol dengan nenek dan bundanya di ruang tengah. ”Eh, kapan datangnya om dan tante ? Ih ada Nana juga.” Kata Eliza ramah dengan senyum. ”Baru saja.” Kata tante Yuli dan suaminya bersamaan. ”Kamu dari mana ? Tanya tante Yuli. ”Baru saja pulang kuliah.” Jawab Eliza dengan senyum.

Pada malam hari Eliza mencoba memberanikan diri menanyakan tentang keberadaan Afdhal. ”Sekarang Afdhal lagi kerja disalah satu perusahaan yang ada disana.” Eliza kaget dan tiba-tiba saja ia merasa sedih. ”Yaa, kok bukan disini ? padahalkan aku menanti juga kedatangangan kak Afdhal, ehm, mungkin bukan jodoh.” Gumam Eliza dalam hati. Pernyataan seperti itu tiba-tiba saja hadir dalam hatinya, Eliza juga heran kenapa demikian. ”Apakah aku mulai suka dengan kak Afdhal ?” Gumam Eliza lagi di dalam hatinya. Keesokkan harinya, tante Feni berkunjung ke rumah Eliza. Tante Feni orangnya humoris juga, ia juga sangat geregettan dengan Nana keponakannya Afdhal, si Nana yang chubby. Nana pada saat itu yang sedang melamun sambil melihat ke layar televisi, dengan posisi duduk dan bantal di pangkuannya, ekspresi nya seperti orang yang tidur sambil melek, xixixi. ( Bingung enggak bayangin gimana posisinya Nana ? xixixi) (Bayangin sendiri aja deh ^_^) Eliza, keluarga Eliza, Nana dan orang tuanya Afdhal sedang bersantai ria di ruang tengah.

Sambil mengobrol dan menonton acara di televisi ”Eliza, coba deh lihat si Nana !” Kata tante Feni. ”Kenapa ?” ”Tuh lagi melamun.” Tante Feni tertawa kecil. Eliza tersenyum manis. ”Eliza, coba deh foto si Nana !” Setelah Eliza mengambil foto Nana, tante Yuli mengambil hapenya dari dalam tas kemudian ia memperlihatkan foto-foto Nana yang lain, kemudian tante Feni meminjam hape tante Yuli, melihat foto-foto si Nana yang lucu-lucu. Eliza pun segera duduk di dekat tante Feni, ia juga ingin melihat foto Nana. ”Ih, lucunya.” Kata Eliza. ”Iya coba lihat gayanya.” ”Iya, aku pinjam donk tante, aku mau bluetooth di hape aku.” ”Ya bagus kamu simpan juga foto-foto si Nana yang lucu ini di hape kamu, buat kenang-kenangan.” ”Iya tante, aku mau banget, pinjam bentar ya ?” Tante Feni meminjamkan hape tante Yuli ke Eliza. Ternyata dan ternyata, lama banget prosesnya sewaktu Eliza bluetooth fotonya si Nana, baru aja 1%, Eliza membatalkan bluetoothnya, ia memilih untuk mencari-cari fotonya kak Afdhal, dan ia ingin mendownload foto Afdhal secara sembunyi-sembunyi, alhamdulillah enggak ada yang tahu juga pada saat itu. ( Kalian juga ya para pembaca, jangan kasih tahu sama siapa-siapa ! xixixi ) Wisshh, cepat banget prosesnya waktu mendownload foto Afdhal. Setelah Eliza melihat hasil mendownload foto Afdhal di hapenya, Eliza senyam-senyum sendiri, senang banget… xixixi Seperti itu lah perasaan Eliza. ^_^ Beberapa menit kemudian tante Feni meminjam kembali hape mamanya Afdhal yang sekarang lagi ada di tangan Eliza. ”Tante lihat lagi donk foto-fotonya si nana.” ”Sebentar donk tante, aku masih Bluetooth nih.” Jawab Eliza seraya tersenyum. ”Tante penasaran Eliza, pengen lihat semuanya, kamu download apa sih ? lama banget.” ”Ini download fotonya si Nana,.”

Ti dak seperti dulu, sebelum ia mengenakan jilbab, ia termasuk pemilih orangnya, yang bisa jadi pacarnya harus lulus tes dulu.. xixixi.. kayak apa aja... :) Tetapi sekarang bicara tentang tipe lelaki idaman Eliza, bukan sesuatu yang bikin kepala mumet, karena Eliza hanya mengharapkan yang terbaik , bukan dari pandangannya tapi dari pandangan Allah, karena ia yakin jodoh tidak lari kemana.

---> To Be Continued

No comments: